Indahnya Pengaruh Kristiani

Indahnya Pengaruh Kristiani
Oleh Wayne Jackson
Â
(Penulis dan editor Christian Courier sejak berdirinya pada tahun 1965, pengarang buku The Bible and Science, Creation, Evolution, and the Age of the Earth, & The Bible on Trial.)
Â
Orang-orang telah lama menyadari nilai sebuah pengaruh. Plutarch mengatakan bahwa "sepatah kata atau sebuah anggukan dari orang yang baik bernilai lebih daripada pidato-pidato fasih orang lain." Sama seperti aroma yang dihasilkan oleh tanaman, manusia menghasilkan pengaruh – entah itu baik atau buruk.
Apakah arti pengaruh? Kadang-kadang hal ini didefinisikan sebagai kemampuan "untuk menghasilkan efek tanpa paksaan langsung maupun tidak langsung". Beberapa orang, berdasarkan kepribadian mereka, memiliki pengaruh lebih besar daripada yang lain. Seseorang yang rohani rindu untuk memancarkan pengaruh yang lebih besar demi kebaikan. Bagaimana kita bisa mengembangkan pengaruh Kristen yang lebih besar? Berikut adalah beberapa prinsip untuk renungan kita bersama.
Cobalah untuk menumbuhkan minat yang tulus pada orang lain. Dapatkan cara untuk mengetahui nama-nama orang yang sering Anda jumpai - wanita di pasar, montir mobil Anda, dokter, apoteker, dll. Kenali nama panggilan mereka, dan bercakap-cakaplah tentang keluarga mereka, dll. Dalam masyarakat yang sibuk, orang-orang akan terkejut dan senang ketika seseorang menunjukkan ketertarikan pada kehidupan pribadi seseorang.
Yang berikutnya, ketika Anda terlibat dalam percakapan dengan orang lain, jangan mendominasi. Semua orang memiliki pengalaman berbincang-bincang dengan tipe orang yang suka mendominasi, dan mereka tidak menghargai orang-orang seperti itu. Bersedialah untuk mendengarkan sambil berbicara. Tunjukkan kepada orang lain bahwa Anda menghargai apa yang mereka katakan - bahkan jika itu hal yang basi atau hampir tak masuk akal.
Juga, jangan menjadi seorang yang seolah-olah “tahu segalanyaâ€. Tidak satupun orang yang mengerti segala sesuatu, tetapi tidak sedikit yang merasa bahwa mereka tahu segalanya. Segala sesuatu dapat mereka bicarakan berjam-jam – tanpa kita tahu apakah sebenarnya orang tersebut mengerti apa yang sedang dibicarakan. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, mereka akan dapat mendiagnosa Anda, mengutip sejumlah kasus di mana teman-teman mereka telah meninggal karena penyakit tersebut, dan menginformasikan obat penyembuhan yang hanya dapat dipesan dari Meksiko. Jika mobil Anda bermasalah, mereka tahu persis apa masalahnya, meskipun mereka mungkin tidak dapat membedakan antara obeng dan kunci. Kita tidak bisa mempengaruhi orang lain ketika kita selalu bertindak seolah-olah kita tahu segalanya.
Lalu, dalam usaha kita untuk memberikan pengaruh Kristen pada teman-teman dunia, jangan selalu mengkoreksi segala sesuatu tampaknya salah dalam hidup mereka. Jika Anda mencoba untuk memulai suatu hubungan dengan selalu memperhatikan dan mengkritik cara berpakaian mereka, gaya bahasa mereka, kegiatan rekreasi mereka, orientasi politik mereka, atau penyimpangan agama, dll, Anda kemungkinan besar akan gagal. Pertama, pengaruhilah mereka melalui teladan. Orang-orang akan mendengarkan cara Anda berbicara, mengamati bagaimana Anda berpakaian, dan akhirnya mereka akan segera menjadi akrab dengan pola kegiatan keagamaan Anda. Jika mereka menjadi tertarik secara rohani, akhirnya mereka akan berkomentar atau mengajukan pertanyaan. Pintu-pintu akan terbuka tanpa Anda harus mendobraknya.
Kemudian, jadilah orang yang sabar. Ingatlah berapa lama waktu yang Anda sendiri butuhkan untuk belajar dasar-dasar kehidupan Kristen (baca Titus 3:1-3). Pertumbuhan tidak datang secara langsung, tapi perlahan-lahan dan konsisten. Jika Anda menunjuk diri Anda sebagai orang yang menentukan jadual pertumbuhan seseorang yang baru lahir baru, atau bagi orang lain yang memiliki masalah rohani, Anda akan menjadi frustrasi dan kesal - jika dan ketika harapan Anda tidak terpenuhi. Perhatikan tanda-tanda pertumbuhan; kemudian doronglah dan berikan pujian. Belas kasihan dan kesabaran bagi orang lain tidak dapat dikompromikan.
Yang terakhir, belajarlah akan seni manuver-tidak langsung. Sebagai contoh, misalkan seseorang mengatakan: "Kita diselamatkan oleh iman, bukan usaha kita. Baptisan adalah sebuah usaha, sehingga tidak dapat menjadi bagian dari proses keselamatan.†Daripada menanggapi pernyataan demikian dengan, "Itu doktrin palsu!â€, mengapa tidak mengatakan sesuatu seperti ini: "Kau tahu, ada beberapa pasal dalam Akitab yang berbicara mengenai hal ini. Yesus menggambarkan 'keyakinan' sebagai sebuah usaha [Yohanes 6:29; Wahyu 2:26], dan Allah melihat 'karya' orang-orang Niniwe karena mereka 'bertobat' [Matius 12:41; Yunus 3:10], namun keyakinan maupun pertobatan adalah dua hal yang Allah inginkan dalam hidup kita. Mari kita pelajari pasal-pasal ini bersama."
Mempengaruhi orang lain merupakan sebuah skill - hampir seperti sebuah bentuk seni - dan setiap orang Kristen perlu belajar bagaimana dapat mempengaruhi orang lain untuk kebaikan, entah itu orang yang belum percaya, orang-orang yang lemah dalam iman mereka, keluarga kita, maupun teman-teman spesial kita.
| < Sebelumnya |
|---|
