Get Adobe Flash player



Laporan Leadership Conference Asia-Australia 2010

ThumbnailPada tanggal 26-29 Januari 2010, IFGF GISI mengadakan Leadership Conference untuk daerah Asia (termasuk Indonesia) dan Australia di Bali, Indonesia. Di bawah ini adalah laporan lengkap dari konferensi ini. Artikel ini akan diperbaharui pada waktu laporan baru keluar.

Sumber daya untuk konferensi ini ada di sini. Silahkan login terlebih dahulu.


Galeri Foto ada di sini.

Update terakhir: Link untuk galeri foto dan sumber daya.

 

 


 

Hari ke 3 & 4 di Bali – MEMPERLUAS SCOPE & TIM PELAYANAN IFGF GISI – 2010 AALC

28-29 Januari 2010. Hari ketiga Leadership Conference dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan agar para pastor dan leader dapat ber-fellowship bersama. Beberapa pilihan tur pada hari itu adalah berjalan-jalan ke Pasar Sukowati, atau bermain Water Sports di Tj. Benoa, atau refreshing dengan bermain Golf. Dan sesi foto bersama di Tanah Lot mengakhiri perjalanan tur.

4a

4b

4c

4f

Di awal esok harinya, Pastor Fendy Hutomo membagi isi hatinya di Sesi Renungan Pagi mengenai Roh Elia. Jika kita ingin GOING STRONG, kita harus bersedia bayar harga. Dengan cara inilah, Allah akan membawa kita mengalami pertumbuhan yang cepat dalam pelayanan kita.

Setelah itu, Pastor Erna Iskandar mempresentasikan metode ONE FORTY, yang merupakan alat penginjilan di IFGF GISI. Dan seusai presentasi tersebut, pembicara tamu DR. Gunarto, S.Th., M.Si., MHI (Dosen STT Abdiel, Ungaran), memberikan kita wawasan yang baru tentang bagaimana berdialog dengan kaum Kedar, bagaimana kita dapat mengenal mereka dan kehidupan mereka dengan lebih baik.

Pada saat yang bersamaan di saat IFGF GISI memperluas jangkauan pelayanannya, sebuah langkah telah diambil untuk memperluas tim pelayanan dengan mentahbiskan Rev. Mattheus van der Steen, Rev. Arjan Knevel, dan Rev. Efi Knevel dari Belanda sebagai pastor-pastor yang akan bekerja sama dalam gerakan kita. Bersama kita akan membawa kekuatan Roh Kudus ke banyak negara untuk menjamah orang-orang tua dan muda dengan kasihNya. Dalam acara pentahbisan, Pastor Sjaak van der Steen, ayah dari Mattheus, menubuatkan anaknya, “Engkau akan dipakai sebagai konduktor Allah, sebuah saluran dimana air mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain. Allah telah memilihmu sebagai AGEN PERUBAHAN di bumi.” Bersama Pastor Jimmy Oentoro, beliau mengatakan bahwa inilah waktunya dimana generasi yang lebih tua menyalurkan berkatnya kepada generasi selanjutnya.

4d

Juga ditahbiskan oleh Pdt. DR. Budi Hidajat pada hari itu adalah Pastor Semijaya Hartanto dari IFGF GISI Bandung. Pada saat 8 apostolik IFGF GISI berdoa, Pastor Jimmy bernubuat bagi Pastor Semi dan istrinya, yang telah Tuhan pilih sebagai saluran inspirasi bagi wanita dan pria.

Pada akhirnya, khotbah Pastor Jimmy menandai penutupan Leadership Conference tahun ini, mengingatkan kepada kita sekali lagi untuk memiliki hubungan yang intim dengan Allah. i3 – Intimacy, Intercession, dan Influence – adalah yang kita perlu lakukan. Untuk Leadership Conference yang akan datang, beliau juga mengingatkan semua leader dan pastor yang hadir untuk membawa serta anak-anak rohani mereka, karena mereka adalah barisan selanjutnya dalam gerakan pelayanan masing-masing.


Hari ke-2 di Bali - LAHIRNYA KERJASAMA AFILIASI BARU - 2010 Asia Australia Leadership Conference

27 Januari 2010. Hari ke-2 Leadership Conference menyaksikan ditandatanganinya MOU antara IFGF GISI dan GKPB (Gereja Kristen Protestan di Bali). Setelah sambutan dari Ketua umum GKPD - Bishop Pdt. Wayan Sudira Husada, Sekretaris umum - Pdt. I Made Priyana, dan Pdt. DR. Budi Hidajat disampaikan, acara dilanjutkan dengan penanda-tanganan MOU afiliasi antara kedua sinode. Dalam afiliasi, kedua gereja menyepakati untuk saling mendukung satu dengan yang lain dalam kesatuan untuk pertukaran mimbar, pengiriman utusan, dan kegiatan study atau riset untuk pengembangan gereja bersama-sama.

Setelah doa oleh Pastor Jimmy Oentoro, Pastor Hanna Kristanto, Direktur HPN (Harvest Prayer Network) IFGF GISI, menyampaikan pesan Tuhan yang sangat mendasar. Kembali kepada keintiman (Intimacy), doa syafaat (Intercession) dan pengaruh (Influence), atau i3, merupakan intisari dari pesan Tuhan bagi gerakan kita.

Tiga sesi berikutnya di hari yang kedua ini merupakan sesi-sesi yang sangat menarik dimana 3 area pengembangan pelayanan (ministry development) bagi gereja dipresentasikan dan dibahas. Ministry Development adalah salah satu dari kelima Agenda IFGF GISI untuk 2009-2013. Dan ketiga area pelayanan yang dibahas hari ini adalah “Building a Generation Church”, “Building an Education Ministry”, dan “Building a Holistic Ministry”.

Salah satu pemimpin muda di IFGF GISI, Pdt. Semijaya Hartanto, dalam sesi diskusi panel “Building a Generation Church”, menjelaskan tentang ekspektasi tinggi yang Departemen GOL berikan bagi gereja-gereja lokal, dalam membangkitkan revivalist muda yang cakap dalam melayani, memiliki kemampuan ber-enterpreneur, dan pandai dalam akademis. GOLers adalah mereka yang berusia 16 - 18 yahun, yaitu generasi selanjutnya yang akan memimpin gereja kita. Pada akhir sesi ini, diadakan altar call oleh Rev. Mattheus van der Steen yang mendoakan para gembala dan pemimpin untuk urapan yang baru.   

Dalam panel diskudi “Building an Education Ministry”, disajikan pengalaman tiga tipe sekolah yang sudah ada di dalam pelayanan IFGF GISI sekarang. Harvest Christian School, yang berada di World Harvest Center, merupakan sekolah nasional plus. Sekolah Kanaan Duri merupakan sekolah nasional yang dibangun oleh IFGF GISI Duri. Dan akhirnya, Sekolah Wahana Harapan yang berada di bawah naungan HCD WH menyediakan pendidikan bagi mereka yang kurang beruntung. Dijelaskan bagaimana memulai ketiga sekolah ini, sehingga bagi mereka yang ingin untuk terlibat dalam gerakan ini akan memiliki akses untuk informasi yang jelas.

Dalam panel diskusi terakhir untuk hari ini dengan topik “Building a Holistic Ministry”, sebuah paradigma baru telah dibukakan. Bagaimana menggabungkan pelayanan dan bisnis, merupakan salah satu diskusi yang sangat menarik. Hal yang mendasar dari semua ini adalah bagaimana hati kita seharusnya selalu tertuju kepada Tuhan.

Di antara sesi-sesi dan pada akhir sesi diskusi, forum spesial diadakan untuk istri gembala. Disini, Ibu Nany Hidajat, Direktur Departemen WOV membagikan program dari WOV untuk tahun 2010 dan  memberikan kesempatan bagi istri-istri para pemimpin untuk berbagi dari hati ke hati. Juga dalam kesempatan ini, Ibu Jenny Oentoro mengimpartasikan urapan yang baru untuk semua wanita yang hadir, yaitu mengenai gambaran bahwa seorang istri harus memiliki 3-B: beauty (kecantikan), behavior (sikap yang baik) dan brain (otak yang cerdas). Ibu Jenny juga membagikan kesaksiannya mengenai mengapa beliau dapat bertahan untuk setia datang ke gereja sampai hari ini dan semua itu disebabkan karena beliau berketetapan hati untuk mencari seseorang yang dapat dikuatkannya setiap minggu.

Sehari penuh dengan pengajaran dan sharing semakin lengkap dengan pujian yang dinaikan oleh Rev. Arjan & Efi dan sebuah kejutan perayaan ulang tahun untuk Ibu Jenny Oentoro.

Day 2 - 1

 

Day 2 -2


Day 1 - Night Under the Heaven

Puji Tuhan atas cuaca yang baik dengan langit yang cerah di hampir sepanjang malam hari ini. Acara dimulai pada pukul lima lebih di sore hari, ketika para peserta mulai berdatangan ke halaman Dhyana Pura Beach Resort. Walaupun belum seluruh 230 peserta telah tiba, kehangatan dan kemeriahan acara malam hari ini sunggu terasa. Rev. Mattheus van der Steen (TRIN Founder & CEO), Rev. Arie Jan Knevel, dan Rev. Efi Knevel dari Belanda ada bersama kami. Juga DR. I Wayan Mastra, Ketua Umum GKPB (Gereja Kristen Protestan di Bali), dan DR. Gunarto, Dosen STT Abdiel, juga ada di tengah-tengah kami selama conference berlangsung.

Makan malam dimulai dengan Welcome Dance oleh para penari Bali yang memukau para peserta dengan gerakan mereka yang indah. Kemudian sekitar pukul setengah tujuh, makan malam buffet dihidangkan, dengan berbagai ragam makanan termasuk “Babi Guling” dan “Satay Lilit”.

Tidak lama setelah itu, para worshiper HPM mengambil alih mimbar dan hadirat Tuhan memenuhi seluruh tempat ini serta hati para peserta LC. “Kita sedang berada di bawah surga,” kata Pastor Daniel Hanafi ketika dia berdoa untuk ibadah malam hari ini. Benar, hadirat sorgawi ada di sini.

Pastor Danny pertama-tama membagikan pengalaman misinya di Afrika. Dan setelah itu, beliau membagikan pesan Tuhan mengenai GROWING STRONG. Ada dua hal yang beliau ingatkan bagi kita semua. Pertama, kita harus menabur ke dalam diri kita sendiri. Kedua, kita harus menabur ke dalam hubungan kita dengan Tuhan. Menabur ke dalam diri kita sendiri antara lain menuntut kita untuk mengatakan hal-hal yang positif kepada diri kita sendiri, sebagaimana Tuhan melihat kita dan bukan seperti setan melihat kita. Kami juga diingatkan untuk menabur kebenaran senantiasa dalam diri kita, menggarap tanah-tanah yang telah lama tidak produktif, dan mencari keintiman dengan Tuhan. Seringkali ketika kita menabur dalam hubungan dengan Tuhan yang intim, kita harus meneyerahkan kenyamanan kita, kemudahan-kemudahan yang biasa kita dapatkan, dan juga ketenangan kita.

Pada akhir ibadah, dua penampilan indah yaitu “Tarian Topeng Tua” dan “Sendratari Perdamaian” memberikan kepada kita semua nuansa Bali yang lebih dalam lagi. Sendratari Perdamaian tersebut menceritakan tentang keselamatan yang Yesus Kristus tawarkan kepada manusia.

“Orang-orang yang hidup dalam damai adalah seperti malaikat yang senantiasa bersukacita di surga dalam keharmonisan yang damai. Bibir mereka terus memancarkan senyum dan hati mereka dipenuhi dengan kebahagiaan. Seperti ada tertulis, Tuhan memberkati orang-orang yang membawa damai. Mereka disebut anak-anak Allah! (Matius 5:9). Ini adalah gambaran yang Tuhan dan manusia rindukan. Tapi jika segala sesuatu berjalan seperti ini, mengapa Tuhan harus mengirimkan anakNya yang tunggal, Yesus Kristus, untuk datang ke dunia sebagai seorang pelindung untuk menyelamatkan umatNya? Jawabannya ada di dalam sejarah dan realita kehidupan. Manusia dari dahulu sampai sekarang telah jatuh ke dalam dosa, yang membawa mereka ke dalam penderitaan. Banyak orang menjadi sakit, dan bahkan ada yang dikuasai oleh roh-roh jahat. Kekerasan terjadi di mana-mana karena manusia haus akan kekuasaan dan uang untuk menguasai orang lain. Agama-agama telah menjadi candu, terutama bagi mereka yang mengejar kekuasaan. Orang-orang ingin menjadi tuan atas dunia ini sehingga tidak ada lagi penghormatan dan kesempatan bagi orang lain. Hanya ada “aku” dan orang lain harus setuju dengan apa yang “aku” katakan. Tapi Tuhan mengasihi manusia sedemikian rupa sehingga Dia memberikan anakNya yang tunggal sebagai Agen Perdamaian, Penyembuh, dan Penyelamat. Yesus membawa Kabar Baik melalui perjalananNya di dunia ini, melalui kematianNya dan kebangkitanNya. Yesus telah mentransformasi cara pandang manusia dari exclusive menjadi inclusive. Kasih Tuhan itu tanpa batas etnis, status sosial, iman, dan jenis kelamin. Seperti yang Paulus katakan, “Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain”! Hiduplah dengan bersih. Jika tidak, maka engkau tidak akan pernah melihat Tuhan.

Malam hari ini diakhiri dengan puji-pujian yang diberikan kepada Tuhan melalui lagu “Betapa Kita Tidak Bersyukur” dengan iringan gamelan Bali. Mari terus doakan agar tiga hari ke depan dalam conference ini akan menjadi waktu ber-fellowship yang luar biasa bagi semua pastors dan leaders di IFGF GISI Asia & Australia dan agar impartasiNya dapat mengubah paradigma kami dan membawa dampak besar bagi gereja lokal kami masing-masing ketika kami pulang.

01

 

02