Scandalous Grace By: Ps. Daniel Hanafi

For the wages which sin pays is death, but the [bountiful] free gift of God is eternal life through (in union with) Jesus Christ our Lord. Roman 6:23 (AMP) Scandalous Grace

 

This verse describes the biggest, most scandalous grace in the history of mankind. We, sinful men, should have received the appropriate wages we earned, that is death. But, the Lord has come from heaven to this earth to pay for the sins of every human being. That is The Good News. We actually are ‘junk’ that deserved to be left alone, but our God is the God who restores, who renews, and who is restoring all that was lost in our circumstances.

We are the one who should have been punished, but instead He helped us, He adopted us as His children, and He even made us His heirs who would receive His blessing.

God already knows all our wrong doings, our sins, and yet he still chose to bless us. Genesis 12:2 said, “And I will make of you a great nation, and I will bless you [with abundant increase of favors] and make your name famous and distinguished, and you will be a blessing [dispensing good to others].” Many people don‘t understand (don’t get) this Good News. This world teaches us that we deserve to get what we get, that is punishment. But God teaches that Jesus has paid off all that we deserve, which is that punishment. Jesus took it all so that we are free from punishment.

Do good so that we can get what is good; do evil then we will get evil; work hard and we’ll get a reward; don’t work and we are not going to get anything. This is what the world has taught us, but with the principle of grace God has given us, we receive blessings even when we do not deserve them. But the problem is, we human beings are not able to receive this good news. We made a headache by messing around with our own minds and constantly thinking that God blesses us and gives us grace and in return we have to pay Him back. This is a wrong message. People are busy comparing themselves with others because they feel that they are better able to please God and receive the blessing of A, B, C, but God gives His grace to all who desire to receive it.

Abraham is a person who accepts the promise of God wholeheartedly without confusing himself with other things. When God promised him that He would make Abraham’s descendants like the stars in the sky and the sand on the sea, Abraham accepted and believed it without thinking much of anything else. This is what Jesus meant with an attitude like a little child who will enter the kingdom of God, an attitude that believes in everything God has promised in his life.

Now, what will you do with that Good News? Will you live in it? Will you personally experience it? Will you share it with everyone as excitedly as when you tell your friends about the most delicious noodles you’ve ever eaten, or the best fried meatballs you just had for lunch? Will you be as excited to share about the GOOD NEWS? (Source: Harvest Festival 2014, TIOC Bulletin July 2014)

This sermon is available on DVD. Contact for more info.

 


Scandalous Grace

By: Ps. Daniel Hanafi

Sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

– Roma 6:23

Ini adalah ayat yang merupakan skandal terbesar dari sejarah umat manusia. Ketika seharusnya manusia yang berdosa mendapatkan upah yang sepantasnya kita dapatkan, yaitu maut, tapi Tuhan turun dari Surga ke bumi untuk menebus dosa setiap manusia. Inilah kabar baik itu. Kita sesungguhnya adalah ‘barang rongsokan’ yang sepantasnya ditinggal aja, namun Tuhan yang kita miliki adalah God who restores, Allah yang memperbaharui, Allah yang memulihkan setiap keadaan kita.

It’s not just a good news, but it’s BEST news! Firman Tuhan mengajarkan bahwa hukuman kita telah ditebus oleh Tuhan. Allah bukanlah Allah yang menghukum anak-anakNya karena anakNya tidak melakukan apa yang Tuhan suruh dan perintahkan, namun setiap hukuman dan amarah yang pantas kita terima karena dosa yang kita lakukan telah diambil oleh anakNya, yaitu Yesus Kristus. Seharusnya kita yang mendapatkan hukuman malah kita ditolong, dijadikan anakNya, bahkan ahli warisNya yang menerima berkatnya.

Allah yang sudah mengetahui segala kejelekan kita, segala dosa kita justru memilih untuk memberkati kita. Kejadian 12:2 menuliskan ‘Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur dan engkau akan menjadi berkat. Banyak orang yang tidak menangkap kabar baik ini. Dunia mengajarkan bahwa kita mendapatkan apa yang pantas kita dapatkan, yaitu hukuman. Namun Allah mengajarkan bahwa Yesus yang membayar semua yang layak kita dapatkan, yaitu hukuman tersebut. Yesus mengambil semuanya agar kita bebas dari hukuman.

Lakukan yang baik dan mendapatkan yang baik pula, lakukan yang jahat maka kita akan mendapatkan yang jahat pula, bekerja keraslah dan kita akan mendapatkan upah, tidak usah bekerjalah dan kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Inilah yang dunia terapkan, namun dengan prinsip Kasih Karunia yang Tuhan berikan, kita mendapatkan berkat di saat bahkan kita tidak layak menerimanya. Namun masalahnya, manusia tidak dapat menerima kabar baik ini. Kita dipusingkan dengan pikiran kita sendiri yang terus-terusan berpikir bahwa Allah memberikan kita berkat dan kasih karunia dengan imbalan yang harus kita bayar. Ini adalah pesan yang salah. Orang-orang sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain karena merasa ia lebih pantas untuk menyenangkan Tuhan dan menerima berkat A, B, C, namun Tuhan memberikan kasih karuniaNya kepada setiap orang yang mau menerima.

Abraham adalah sosok yang menerima janji Tuhan dengan sepenuh hati tanpa memusingkan hal-hal lainnya. Ketika Allah berjanji bahwa Ia akan menjadikan keturunan Abraham layaknya bintang di langit dan pasir di laut, Abraham mengaminkannya tanpa berpikir banyak hal. Inilah yang dimaksudkan Yesus dengan sikap seperti anak kecil yang akan masuk kedalam Kerajaan Surga, sikap yang percaya apapun yang Tuhan janjikan dalam hidupnya. Sekarang, apa yang Anda akan lakukan dengan KABAR BAIK itu? Apakah Anda menghidupinya? Apakah Anda mengalaminya secara pribadi? Apakah Anda memberitakannya kepada semua orang se-semangat Anda memberitakan kepada teman Anda tentang bakmie terenak yang pernah Anda makan, bakso goreng terenyah yang tadi siang Anda cicipi? Apakah Anda seexcited itu untuk memberitakan KABAR BAIK? (Sumber: Harvest Festival 2014, Buletin TIOC Juli 2014).

Kotbah ini tersedia dalam bentuk DVD. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi

News Archive